Kerajaan Bali: Sejarah, Letak, Periodisasi, Raja, & Peninggalan

Kerajaan Bali adalah suatu kerajaan antik yang terletak pada pulau Bali, dekat menggunakan pulau Jawa. Oleh karena itu, kebudayaan dalam masa kerajaan Bali sangat ditentukan oleh kebudayaan Jawa yang diakibatkan interaksi yg terjalin antara Kerajaan Bali dengan Kerajaan di Pulau Jawa.

Seperti kerajaan lain, Kerajaan Bali juga mengalami periodisasi dan konflik-perseteruan yg terjadi mulai menurut awal berdiri, mencapai zenit kejayaan sampai keruntuhannya.

Oleh karena itu, dalam artikel ini kami akan menyajikan ulasan lengkap mengenai sejarah Kerajaan Bali, Raja yg memimpin, periodisasi, & lain sebagainya. Bagi yang belum memahami, simak artikel ini sampai habis!Sejarah Kerajaan Baliyoutube.com

Kerajaan Bali Kuno pertama kali berdiri pada abad 8 yg dalam saat itu namanya adalah Kerajaan Bedahulu yang dibuktikan menggunakan temuan prasasti Nazar Buddhis. Kerajaan Bali kuno berlangsung selama berabad-abad sebelum mendapat serangan berdasarkan Kerajaan Majapahit. Barulah selesainya itu kerajaan Bali terbentuk pulang menggunakan sedikit-sedikit melepaskan diri dari kekuasaan Kerajaan Jawa yg telah lamamencengkeram mereka walaupun Kerajaan Bali juga harus menghadapi banyak sekali rintangan yang lain buat mempertahankan wilayah kekuasaannya.Letak & Petawikiwand.com

Kerajaan Bali terletak pada Pulau minidengan nama yg sama yg terletak pada dekat pulau Jawa sehingga terkadang Bali dipercaya menjadi bagian menurut wilayah Jawa.

Berikut adalah peta Kerajaan Bali.Periodisasi1. Kerajaan Bali Dwipa (Kerajaan awal)kebudayaan.kemdikbud.go.id

Kerajaan Bali pertama syahdan didirikan oleh Sri Kesari yaitu Raja Budha Dinasti Syailendra yg melakukan ekspedisi ke Bali buat mendirikan kerajaan. Hal tadi dibuktikan menggunakan ditemukannya prasasti yg dibangun oleh Sri Kesari yaitu prasasti Blonjong dimana prasasti yang berangka 836 Saka atau 914 M tadi berisi tentang masa pemerintahannya.

Sri Kesari pula menciptakan 2 prasasti lain yang ditemukan pada pedalaman Bali yang berisi tentang pertarungan-konflik yg terjadi pada pedalaman gunung Bali. Dengan bukti-bukti tersebut, sejarah menyatakan bahwa pemerintahan pada Bali pertama kali yaitu dinasti Warmadewa didirikan oleh Sri Kesari dan berhasil dijalankan selama beberapa tahun dengan makmur.dua. Periode Majapahittravel.dtk.com

Periode Majapahit dimulai saat pasukan Majapahit di bawah pimpinan Gajah Mada yg dibantu oleh Jendralnya, Arya Damar, berhasil menaklukkan Kerajaan Bali Bedahulu & mengalahkan Rajanya dalam tahun 1343 sesudah tujuh bulan pertempuran. Setelah penaklukan tadi daerah kerajaan Bali dibagikan oleh Majapahit pada saudara-saudara Arya damar yg kemudian mereka mengelola pemerintahan Bali yg dipimpin sang Arya Damar di bawah naungan Kerajaan Majapahit. Hal tersebutlah yg menciptakan Bali banyak dipengaruhi sang Kerajaan Majapahit menurut aneka macam aspek baik politik & sosial budaya.3. Kerajaan Gelgelyoutube.com

Penaklukan Bali oleh Majapahit ternyata diikuti menggunakan pemindahan dinasti di Srampangan yg dipimpin sang Sri Aji Kresna Kepakisan menjadi penguasa pertama. Aji Kresna memiliki 3 orang putera yg mana putra sulungnya, Dalem Srampangan, lalu menggantikannya buat memimpin Srampangan, namun ternyata beliau nir memiliki kompetensi pada memimpin Kerajaan sebagai akibatnya tak perlu menunggu ketika yang usang, Srampangan mulai mengalami kemunduran & statusnya menjadi tidak kentara. Sementara itu, saudara termuda bungsunya, Dalem Ketut, mendirikan kerajaan baru di daerah Gelgel dan berhasil menjalankannya dengan baik. Pada abad ke 16, kerajaan Gelgel mencapai zenit kejayaan & sebagai pemerintah yang terkuat di wilayah tadi sesudah kepemimpinan digantikan oleh Dalem Baturenggong.4. Periode Sembilan Kerajaanwikipedia.org

Kejayaan kerajaan Gelgel berlangsung sampai tahun 1651, sesudah itu perseteruan internal membuat kerajaan tersebut terpecah. Pada waktu yg sama, lebih kurang empat kilometer berdasarkan Kerajaan Gelgel, munculah kerajaan baru pada wilayah Klungkung yg dipimpin oleh penguasa yg diberi sebutan Dewa Agung, tetapi sayangnya kerajaan baru tersebut nir sanggup mempertahankan kekuasaan atas pulau Bali. Akhirnya kekuasaan pada pulau Bali terbagi menjadi sembilan kerajaan kecil yaitu Klungkung, Badung, Buleleng, Gianyar, Jembrana, Mengwi, Tabanan, Bangli & Karangasem yang membangun kekuasaan mereka sendiri-sendiri.

Meskipun demikian, kerajaan-kerajaan minitersebut mengakui kepemimpinan Klungkung pada antara mereka sehingga mereka menghormati & menempatkan Dewa Agung dalam posisi tertinggi. Selama berabad-abad selanjutnya, masing-masing kerajaan minitadi terlibat dalam peperangan antar kerajaan, selain itu interaksi para penguasa juga semakin rumit dampak banyaknya raja yang berkuasa & hal tadi berlangsung relatif usang hingga abad ke 19 saat Belanda mendarat pada Pulau Bali.Ikatan dengan Kerajaan pada Jawaindonesiakaya.com

Kerajaan Bali banyak ditentukan oleh Kerajaan Jawa karena selain letaknya yang berdekatan, keduanya juga mempunyai interaksi yang baik. Pada masa pemerintahan Raja Udayana di abad 20, dia pula didampingi oleh Permaisurinya yg merupakan anak dari Raja Makuta Wangsawardana menurut dinasti Isyana di Jawa. Hal tadi memunculkan spekulasi bahwa dalam waktu itu Bali telah menjalin hubungan politik dengan kerajaan di Jawa, apalagi, putera menurut Udayana yaitu Airlangga pula kemudian sebagai menantu menurut Dharmawangsa

Setelah itu Bali menjadi bagian berdasarkan wilayah penaklukan Gajah Mada, Kerajaan Singasari pula pernah berusaha buat berakibat Bali sebagai daerahnya namun gagal dengan terbunuhnya Kertanegara. Sejak ketika itu, Bali balikmenjadi daerah yg merdeka menurut Jawa. Hubungan yg terjadi antara Bali & Jawa membuat sedikit banyak aspek kehidupan di Bali ditentukan sang Jawa, baik sosial budaya, politik, juga bahasanya.Raja-raja Kerajaan Balibulelengkab.go.id

Berikut merupakan daftar Raja-raja yg pernah berkuasa di Kerajaan Bali:1. Sri Kesari Marwa Dewi

Sri Kesari Marwa Dewi merupakan Raja yang memerintah di istana Singhadwalawa, hal tadi tertulis pada prasasti Blanjong yg ditemukan dan tertulis tahun 914 M.dua. Ratu Sri Ugasena

Ratu Sri Ugasena adalah raja selanjutnya yang memimpin pada istana Singhadwalawa dalam tahun 915 – 942 M. Pada masa pemerintahannya, Ratu Sri Ugasena meninggalkan sembilan prasasti yg berisi tentang pembangunan tempat-tempat suci dan beberapa lainnya berisi tentang pembebasan pajak buat wilayah-daerah yg dipengaruhi. Sang Ratu didharmakan di Air Mandatu selesainya kematiannya.tiga. Tabanendra Warmadewa

Raja Tabanendra Warmadewa adalah Raja Kerajaan Bali yang memimpin dalam tahun 955 – 967 Masehi. Pada masa pemerintahannya, Tabanendra membebaskan penarikan pajak buat desa-desa tertentu, selain itu beliau pula memberi biarbuat membuat sebuah pemakaman Raja pada rakyatnya yang kemudian dibangun di Air Madaru.4. Jayasingha Warmadewa

Beberapa orang beranggapan Raja Jayasingha Warmadewa bukanlah keturunan menurut Tabanendra Warmadewa karena pada sejarah disebutkan bahwa masa pemerintahannya yang bersamaan menggunakan masa pemerintahan Raja Tabanendra yaitu dalam tahun 960 M hingga tahun 975 M. Namun pendapat lain mengungkapkan bahwa mungkin saja Jayasingha Warmadewa merupakan putra mahkota yg sudah diangkat sebagai Raja waktu ayahnya masih belum turun tahta. Pada masa pemerintahannya, Raja Jayasingha sudah membuat telaga di daerah dekat Tampaksiri yang airnya berasal menurut sumber air kudus yang terletak pada desa Manukraya.lima. Jayashadu Warmadewa

Pada tahun 975 – 983 M, pemerintahan kerajaan Bali dipimpin sang Jayashadu Warmadewa yg merupakan putra menurut Raja sebelumnya, Jayasingha. Pada masa pemerintahannya, Jayashadu populer menjadi Raja yg bijak & sangat peduli terhadap rakyatnya pula fasilitas keagamaan. Ia selalu meminta rakyatnya buat menjaga & merawat tempat-loka pertapaan dan pura yg ada pada wilayahnya. Jayashadu jua berhasil memperkuat armada militer kerajaan dengan melengkapi persenjataan.6. Sri Wijaya Mahadewi

Tahun 983 Masehi, Kerajaan Bali dipimpin sang seseorang Ratu bernama Sri Wijaya Mahadewi. Dalam hal ini ada disparitas pendapat oleh para sejarawan, di mana Stein Callenfels mengungkapkan bahwa mungkin Ratu tersebut asal berdasarkan Kerajaan Sriwijaya. Sedangkan Damais berkata bahwa Ratu Wijaya mungkin saja berdasarkan Jawa Timur yaitu putri menurut Empu Sendok, lantaran menurut prasasti Ratu Wijaya yang ditemukan, nama-nama jabatan yg tertulis adalah nama-nama yg tak jarang ditemui pada prasasti Jawa & terdengar asing pada Bali.7. Dharma Udayana Warmadewa

Leave a Reply

Your email address will not be published.